TAHUKAH ANDA APA YANG TERJADI KETIKA ANDA MENANDATANGANI KONTRAK KERJA?
1. HAK WAKTU ANDA DI SITA
salah satunya " HAK WAKTU KELUARGA DISITA"
pernahkah anda menghitung berapa banyak waktu yang direnggut perusahaan sehingga
keluarga hanya mendapat waktu sisa saja. ketika pulang kerja anda tidak sempat
melakukan apa-apa bersama keluarga karena anda sudah tidur, atau kalaupun masih
bangun anda sudah kelelahan. ini berarti pekerjaan mengambil lebih dari sekedar waktu
kerja dan perjalan.
apa lagi jika pekerjaan kantor anda harus anda bawa pulang ke rumah, makin banyak
saja waktu keluarga yang tersita.
lebih buruk lagi jika stress di kantor anda bawa pulang dan jadi marah-marah di rumah,
semakin buruk saja pengaruh pekerjaan untuk keluarga.
2. KEBEBASAN DIRI DI IKAT
apakah anda ingin dihargai apa adanya?
ingin menjadi diri sendiri, bebas mengekspresikan perasaan?
anda ingin bebas melakukan apa yang anda sukai?
ingin bebas mengungkapkan pendapat sesuai dengan kata hati?
well, jika anda adalah pegawai, buang jauh-jauh keinginan anda tersebut
pada jam kerja anda adalah alat perusahaan
pendapat perusahaan adalah penadapat anda
misi perusahaan adalah misi anda
setelah itu anda baru dihargai perusahaan
jangan bicara kebebasan. ini bukan demokrasi bung!!!! KERJA!!!
3. BUKAN CUMA WAKTU & KEBEBASAN ANDA DIRENGGUT, SEBAGAI PEGAWAI ANDA JUGA HARUS MEMBERIKAN SEGALA POTENSI YANG ANDA PUNYA
ANDA HARUS MENYERAHKAN PENGETAHUAN, KETERAMPILAN DAN PENGALAMAN UNTUK PEKERJAAN
bayangkan sejak kecil, 2 tahun di TK, 6 tahun di SD, 3 tahun di SMP, 3 tahun di SMA,
plus jika beruntung 4-5 tahun kita kuliah, setidaknya total 9 sampai 15 tahun kita belajar.
sejak pagi hingga siang hidup kita diisi dengan rutinitas sekolah dan sekolah, di rumah pun
masih ada PR.
setelah lulus, kita melamar menjadi pegawai. sekalipun gajinya kecil, karena baru mulai,
karena baru mulai kita harus memberikan apa yang kita punya untuk yang terbaik buat
perusahaan.
semua pengorbanan kita yang katanya demi pendidikan, sebenanrnya pada ujungnya
hanya untuk perusahaan tempat kita bekerja.
semua rutinitas belasan tahun kita akhirnya diabadikan pada perusahaan, untuk orang lain
4. PENGAHSILAN JAUH DARI KEBUTUHAN
sekalipun pegawai sudah kehilangan waktu dan kebebasan serta memberikan potensi
mereka untuk perusahaan, sebagian besar pegawai tidak menerima imbalan yang sebanding,
mereka masih hidup berkekurangan. sungguh malang nasib mereka.
akan tetapi mereka masih dianggap beruntung karena masih banyak yang menganggur.
padahal jika masyarakat mempunyai mental sebagai pengusaha, kesejahteraan sosial akan
meningkat, dan pengangguran pasti berkurang.
jika pegawai mempunyai penghasilan lain selain dari kantor, maka posisi tawar mereka lebih
kuat dan mereka lebih sejahtera.
5. KEBIJAKAN UANG KETAT
akibat penghasilan sebagian besar tidak mencukupi kebutuhan, pegawai terpaksa melakukan
pengetatan dalam pengeluaran.
masalahnya, pengetatan anggaran tidak hanya mengurangi pengeluaran yang tidak perlu
bahkan juga memangkas pengeluaran yang seharusnya dikeluarkan, misalnya :
- anggota keluarga sakit dan seharusnya dibawa kerumah sakit tetapi tetap di rawat
dirumah karena menghemat biaya walaupun penuh resiko
- anak yang seharusnya makan makanan bergizi, terpaksa harus makan apa adanya
- pendidikan terbaik diganti dengan pendidikan termurah
6. TERLILIT HUTANG
GALI LOBANG TUTUP LOBANG
terkadang karena gaji begitu kecil, kebijakan uang ketat masih tidak bisa mengatasi
kebutuhan rumah tangga, karena itu banyak yang berhutang untuk mengatasi masalah
pekerjaan.
masalah berhutang juga ada resikonya, apalagi jika hutang diikuti bunga, bisa-bisa kita dililit
hutang.
jika kita hutang untuk keperluan konsumtif, maka akan bebahaya karena hutang tersebut
tidak menghasilkan penghasilan tetapi justru menjadi beban.
dalam dunia bisnis, hutang adalah langkah cerdas dalam menjalankan usaha karena kita
memakai uang orang lian " OPM- Other People Money" untuk menjalankan bisnis kita
JIKA SEGALANYA MASIH TIDAK MENCUKUPI, KENAPA ORANG MAU BERKORBAN BESAR UNTUK MENJADI PEGAWAI?
-KARENA MEREKA BERHARAP MASIH ADA MASA DEPAN, YAITU KARIR.
PEGAWAI PERCAYA, KARIR ADALAH SOLUSINYA, BETULKAH DEMIKIAN?
-MASALAHNYA BUKAN CUMA ANDA YANG INGIN MENJADI BOS, SEMUA ORANG
JUGA MAU JADI BOS
-MASALAH LAINNYA, TEMPAT UNTUK MENJADI BOS TERBATAS, SEMAKIN TINGGI
SEMAKIN SEDIKIT
-AKIBATNYA JALAN MENUJU PUNCAK KARIR BUKAN JALAN YANG MUDAH, BUKAN
CUMA PERFORMA DI NILAI, KADANG DI BUMBUHI INTRIK DAN PERSAINGAN
TIDAK SEHAT
-LALU SETELAH SAMPAI DI PUNCAK APAKAH MASALAH SELESAI?
JAWABANNYA " TIDAK"
SETINGGI APAPUN JABATAN, ANDA TETAP PEGAWAI YANG HARUS MENGHADAPI
PEMILIK PERUSAHAAN
-MENJADI PESURUH, PEGAWAI, SUPERVISOR, MANAGER ATAU BAHKAN DIREKTUR
TETAP TIDAK MEMILIKI KEBEBASAN WAKTU, BAHKAN MAKIN KEATAS MAKIN
SIBUK
KETIKA ANDA BERHASIL MELALUI SEMUA UJIAN TERSEBUT, APAKAH ANDA BERAKHIR BAHAGIA?
PENSIUN KETIKA TUA, PUNYA WAKTU UNTUK NIKMATI HIDUP TAPI TIDAK PUNYA CUKUP TABUNGAN. KALAUPUN PUNYA DANA, MUNGKIN TIDAK MEMPUNYAI CUKUP TENAGA. TETAPI KALAU TUA MENJADI SAKIT-SAKITAN, SEMUA TABUNGAN BISA TERKURAS HABIS.
coba renungkan : sebagian besar pegawai, mencapai puncak karir di usia 40-50 tahunan setelah belasan-puluhan tahun bekerja. ketika mereka memulai karir, anak-anak masih sangat kecil, tetapi terabaikan karena sebagai pegawai rendahan mereka tidak bisa mengatur waktu, padahal anak-anak sangat membutuhkan mereka. ketika mereka sudah mencapai jabatan tinggi mereka punya waktu lebih untuk anak-anak mereka, tetapi anak-anak sudah besar dan mempunyai kesibukan sendiri.
FAKTA MENCENGANGKAN TENTANG AKHIR PARA PEGAWAI
MAJALAH BUSINESS WEEK MENULIS
"bagi rata-rata pekerja, diperlukan setengah dari umur mereka untuk membeli rumah, menabung sejumlah uang dan mengumpulkan uang untuk masa tua. tetapi, kalau akita menganggur akibat kehilangan pekerjaan, hanya dalam waktu 6 bulan saja kita kehilangan semua itu"
di negeri industri maju, 95% orang bekerja untuk orang lian sedangkan sisanya 5% bekerja untuk diri sendiri.
lalu apa yang terjadi ketika mereka berusia 65 tahu :
54% miskin & tergantung pada orang lain
36% meninggal dunia
5% masih bekerja
4% dapat membiayai hidup sendiri
1% kaya (sebagian besar pengusaha, investor)
YANG MANAKAH YANG ANDA INGINKAN?
- jika anda menjadi PEGAWAI, maka akan sulit sekali mencapai KEBEBASAN FINANSIAL karena penghasilan yang terbatas
-kalaupun anda dibayar dengan sangat mahal, anda bisa KAYA, tapi tidak akan pernah mempunyai KEBEBASAN WAKTU
-jika anda ingin mendapatkan KEBEBASAN FINANSIAL & KEBEBASAN WAKTU jalan satu-satunya adalah menjadi pengusaha
-tetapi jika anda menjadi pengusaha yang profesional, seperti membuka praktek dikte, mendirikan kantor pengacara, kantor akuntan dsb, anda tidak akan BEBAS WAKTU juga, karena harus melayani klien
-kalau anda memulai bisnis dari industri atau perdagangan, sebelum bisnis membesar dan bisa membayar tenaga profesional sampai top management, anda masih terikat waktu, untuk mengatur & mengawasi
-buruknya lagi kalau anda memilih jadi pengusaha seperti diatas modal harus besar, ada resiko dan harus meninggalkan pekerjaan, jadi anda kehilangan penghasilan yang ada untuk penghasilan yang belom pasti
APAKAH INI HIDUP YANG ANDA INGINKAN?
sekolah dari kecil hingga dewasa, kerja keras sejak muda hingga tua, lalu ketika tua tidak bisa bekerja. punya waktu bebas tetapi tidak punya uang, punya uang tetapi tidak punya waktu, punya uang dan punya waktu tetapi tidak sehat, APAKAH INI MASA DEPAN YANG ANDA INGINKAN?
JIKA JAWABAN ANDA "TIDAK" LAKUKAN LOMPATAN.....! BUAT PERUBAHAN......!
-LOMPATAN PERTAMA
MELOMPAT DARI PEGAWAI MEJADI PENGUSAHA
jika kebebasan adalah cita-cita anda, maka loncatan pertama yang harus dilakuakn adalah loncatan dari mental pegawai, pekrja atau buruh menjadi mental pengusaha atau pemilik usaha.
mental pekerja ---> mental pengusaha
mental bawahan ---> mental atasan
mental jongos ----> mental bos
kenapa harus menjadi pengusaha ?
PEGAWAI : waktu bukan milik anda = anda harus menyerahkan sebagian besar waktu anda
setiap hari kepada perusahaan.
penghasilan terbatas = jika ingin mendapat uang lebih. pekerja harus lembur.
sedangkan waktu tebatas hanya 24 jam sehari. energi juga
terbatas & butuh waktu istirahat.
nasib ditentukan orang lain = walaupun anda bekerja keras dan berprestasi baik.
akan tetapi jika perusahaan tutup, maka anda akan
kehilanagn pekerjaan juga.
sumber penghasilan hanya satu = sumber penghasilan hanya satu, yaitu gaji. jika
terjadi apa-apa pada perusahaan, satu-satunya
sumber penghasilan anda hilang
PENGUSAHA : waktu fleksibel = anda bisa mengatur waktu, sehingga bisnis tidak
mengganggu kepentingan diri dan keluarga.
penghasilan tak tebatas = pengusaha bisa menghasilkan uang tanpa batas
karena tidak lagi terikat waktu dan tenaga individual
menentukan nasib sendiri = anda menguasai seluk beluk resiko, kalaupun akan
gagal anda sudah antisipasi dan anda menanggung
resiko kesalahan sendiri
sumber penghasilan banyak = jika anda punya 100 pelanggan dalam usaha,
berarti anda punya 100 sumber penghasilan.
jika anda mau anda bisa buka usaha lain.
USAHA APA YANG BISA DILAKUKAN ?
ada 2 usaha yang biasanya di ambil orang ketika ingin membuka usaha, apakah ada yang cocok?
1. MENJADI PENGUSA DI BIDANG PERDAGANGAN, INDUSTRI ATAU JASA
misalnya : buka warung, restorant, toko, warnet/wartel, menghasilkan produk, membuka
penerbitan, penyewaan mobil, membuka percetakan, membangun bisnis, beli
lisensi franchise
2.MENJADI TENAGA PROFESIONAL / BEKERJA ATAS NAMA SENDIRI
misalnya : dokter, pengacara, fotographer, cameramen, penerjemah, konsultan, mengajar
kursus, mengajar privat, menjadi wartawan lepas
sayangnya : baik menjadi pengusaha maupun profesional keduanya membutuhkan waktu dan modal yang tidak sedikit, karena itu anda harus meninggalkan pekerjaan yang sekarang dan penghasilan yang ada. siap ambil resiko?
jalan keluarnya adalah menjadi pengusaha yang TIDAK BERESIKO, TIDAK MEMBUTUHKAN MODAL BESAR, & TIDAK MENGHILANGKAN PENGHASILAN YANG ADA.....
untuk keterangan lebih lanjut, bisnis seperti apa yang saya maksud, bisa menghubungi saya....trima kasih
SUKSES ADA DIDEPAN MATA ANDA
PINTU YANG SAMA HANYA AKAN MENGHASILKAN HASIL YANG SAMA
UNTUK MENDAPATKAN HASIL YANG BERBEDA, HARUS MENCOBA PINTU YANG LAIN.
1. HAK WAKTU ANDA DI SITA
salah satunya " HAK WAKTU KELUARGA DISITA"
pernahkah anda menghitung berapa banyak waktu yang direnggut perusahaan sehingga
keluarga hanya mendapat waktu sisa saja. ketika pulang kerja anda tidak sempat
melakukan apa-apa bersama keluarga karena anda sudah tidur, atau kalaupun masih
bangun anda sudah kelelahan. ini berarti pekerjaan mengambil lebih dari sekedar waktu
kerja dan perjalan.
apa lagi jika pekerjaan kantor anda harus anda bawa pulang ke rumah, makin banyak
saja waktu keluarga yang tersita.
lebih buruk lagi jika stress di kantor anda bawa pulang dan jadi marah-marah di rumah,
semakin buruk saja pengaruh pekerjaan untuk keluarga.
2. KEBEBASAN DIRI DI IKAT
apakah anda ingin dihargai apa adanya?
ingin menjadi diri sendiri, bebas mengekspresikan perasaan?
anda ingin bebas melakukan apa yang anda sukai?
ingin bebas mengungkapkan pendapat sesuai dengan kata hati?
well, jika anda adalah pegawai, buang jauh-jauh keinginan anda tersebut
pada jam kerja anda adalah alat perusahaan
pendapat perusahaan adalah penadapat anda
misi perusahaan adalah misi anda
setelah itu anda baru dihargai perusahaan
jangan bicara kebebasan. ini bukan demokrasi bung!!!! KERJA!!!
3. BUKAN CUMA WAKTU & KEBEBASAN ANDA DIRENGGUT, SEBAGAI PEGAWAI ANDA JUGA HARUS MEMBERIKAN SEGALA POTENSI YANG ANDA PUNYA
ANDA HARUS MENYERAHKAN PENGETAHUAN, KETERAMPILAN DAN PENGALAMAN UNTUK PEKERJAAN
bayangkan sejak kecil, 2 tahun di TK, 6 tahun di SD, 3 tahun di SMP, 3 tahun di SMA,
plus jika beruntung 4-5 tahun kita kuliah, setidaknya total 9 sampai 15 tahun kita belajar.
sejak pagi hingga siang hidup kita diisi dengan rutinitas sekolah dan sekolah, di rumah pun
masih ada PR.
setelah lulus, kita melamar menjadi pegawai. sekalipun gajinya kecil, karena baru mulai,
karena baru mulai kita harus memberikan apa yang kita punya untuk yang terbaik buat
perusahaan.
semua pengorbanan kita yang katanya demi pendidikan, sebenanrnya pada ujungnya
hanya untuk perusahaan tempat kita bekerja.
semua rutinitas belasan tahun kita akhirnya diabadikan pada perusahaan, untuk orang lain
4. PENGAHSILAN JAUH DARI KEBUTUHAN
sekalipun pegawai sudah kehilangan waktu dan kebebasan serta memberikan potensi
mereka untuk perusahaan, sebagian besar pegawai tidak menerima imbalan yang sebanding,
mereka masih hidup berkekurangan. sungguh malang nasib mereka.
akan tetapi mereka masih dianggap beruntung karena masih banyak yang menganggur.
padahal jika masyarakat mempunyai mental sebagai pengusaha, kesejahteraan sosial akan
meningkat, dan pengangguran pasti berkurang.
jika pegawai mempunyai penghasilan lain selain dari kantor, maka posisi tawar mereka lebih
kuat dan mereka lebih sejahtera.
5. KEBIJAKAN UANG KETAT
akibat penghasilan sebagian besar tidak mencukupi kebutuhan, pegawai terpaksa melakukan
pengetatan dalam pengeluaran.
masalahnya, pengetatan anggaran tidak hanya mengurangi pengeluaran yang tidak perlu
bahkan juga memangkas pengeluaran yang seharusnya dikeluarkan, misalnya :
- anggota keluarga sakit dan seharusnya dibawa kerumah sakit tetapi tetap di rawat
dirumah karena menghemat biaya walaupun penuh resiko
- anak yang seharusnya makan makanan bergizi, terpaksa harus makan apa adanya
- pendidikan terbaik diganti dengan pendidikan termurah
6. TERLILIT HUTANG
GALI LOBANG TUTUP LOBANG
terkadang karena gaji begitu kecil, kebijakan uang ketat masih tidak bisa mengatasi
kebutuhan rumah tangga, karena itu banyak yang berhutang untuk mengatasi masalah
pekerjaan.
masalah berhutang juga ada resikonya, apalagi jika hutang diikuti bunga, bisa-bisa kita dililit
hutang.
jika kita hutang untuk keperluan konsumtif, maka akan bebahaya karena hutang tersebut
tidak menghasilkan penghasilan tetapi justru menjadi beban.
dalam dunia bisnis, hutang adalah langkah cerdas dalam menjalankan usaha karena kita
memakai uang orang lian " OPM- Other People Money" untuk menjalankan bisnis kita
JIKA SEGALANYA MASIH TIDAK MENCUKUPI, KENAPA ORANG MAU BERKORBAN BESAR UNTUK MENJADI PEGAWAI?
-KARENA MEREKA BERHARAP MASIH ADA MASA DEPAN, YAITU KARIR.
PEGAWAI PERCAYA, KARIR ADALAH SOLUSINYA, BETULKAH DEMIKIAN?
-MASALAHNYA BUKAN CUMA ANDA YANG INGIN MENJADI BOS, SEMUA ORANG
JUGA MAU JADI BOS
-MASALAH LAINNYA, TEMPAT UNTUK MENJADI BOS TERBATAS, SEMAKIN TINGGI
SEMAKIN SEDIKIT
-AKIBATNYA JALAN MENUJU PUNCAK KARIR BUKAN JALAN YANG MUDAH, BUKAN
CUMA PERFORMA DI NILAI, KADANG DI BUMBUHI INTRIK DAN PERSAINGAN
TIDAK SEHAT
-LALU SETELAH SAMPAI DI PUNCAK APAKAH MASALAH SELESAI?
JAWABANNYA " TIDAK"
SETINGGI APAPUN JABATAN, ANDA TETAP PEGAWAI YANG HARUS MENGHADAPI
PEMILIK PERUSAHAAN
-MENJADI PESURUH, PEGAWAI, SUPERVISOR, MANAGER ATAU BAHKAN DIREKTUR
TETAP TIDAK MEMILIKI KEBEBASAN WAKTU, BAHKAN MAKIN KEATAS MAKIN
SIBUK
KETIKA ANDA BERHASIL MELALUI SEMUA UJIAN TERSEBUT, APAKAH ANDA BERAKHIR BAHAGIA?
PENSIUN KETIKA TUA, PUNYA WAKTU UNTUK NIKMATI HIDUP TAPI TIDAK PUNYA CUKUP TABUNGAN. KALAUPUN PUNYA DANA, MUNGKIN TIDAK MEMPUNYAI CUKUP TENAGA. TETAPI KALAU TUA MENJADI SAKIT-SAKITAN, SEMUA TABUNGAN BISA TERKURAS HABIS.
coba renungkan : sebagian besar pegawai, mencapai puncak karir di usia 40-50 tahunan setelah belasan-puluhan tahun bekerja. ketika mereka memulai karir, anak-anak masih sangat kecil, tetapi terabaikan karena sebagai pegawai rendahan mereka tidak bisa mengatur waktu, padahal anak-anak sangat membutuhkan mereka. ketika mereka sudah mencapai jabatan tinggi mereka punya waktu lebih untuk anak-anak mereka, tetapi anak-anak sudah besar dan mempunyai kesibukan sendiri.
FAKTA MENCENGANGKAN TENTANG AKHIR PARA PEGAWAI
MAJALAH BUSINESS WEEK MENULIS
"bagi rata-rata pekerja, diperlukan setengah dari umur mereka untuk membeli rumah, menabung sejumlah uang dan mengumpulkan uang untuk masa tua. tetapi, kalau akita menganggur akibat kehilangan pekerjaan, hanya dalam waktu 6 bulan saja kita kehilangan semua itu"
di negeri industri maju, 95% orang bekerja untuk orang lian sedangkan sisanya 5% bekerja untuk diri sendiri.
lalu apa yang terjadi ketika mereka berusia 65 tahu :
54% miskin & tergantung pada orang lain
36% meninggal dunia
5% masih bekerja
4% dapat membiayai hidup sendiri
1% kaya (sebagian besar pengusaha, investor)
YANG MANAKAH YANG ANDA INGINKAN?
- jika anda menjadi PEGAWAI, maka akan sulit sekali mencapai KEBEBASAN FINANSIAL karena penghasilan yang terbatas
-kalaupun anda dibayar dengan sangat mahal, anda bisa KAYA, tapi tidak akan pernah mempunyai KEBEBASAN WAKTU
-jika anda ingin mendapatkan KEBEBASAN FINANSIAL & KEBEBASAN WAKTU jalan satu-satunya adalah menjadi pengusaha
-tetapi jika anda menjadi pengusaha yang profesional, seperti membuka praktek dikte, mendirikan kantor pengacara, kantor akuntan dsb, anda tidak akan BEBAS WAKTU juga, karena harus melayani klien
-kalau anda memulai bisnis dari industri atau perdagangan, sebelum bisnis membesar dan bisa membayar tenaga profesional sampai top management, anda masih terikat waktu, untuk mengatur & mengawasi
-buruknya lagi kalau anda memilih jadi pengusaha seperti diatas modal harus besar, ada resiko dan harus meninggalkan pekerjaan, jadi anda kehilangan penghasilan yang ada untuk penghasilan yang belom pasti
APAKAH INI HIDUP YANG ANDA INGINKAN?
sekolah dari kecil hingga dewasa, kerja keras sejak muda hingga tua, lalu ketika tua tidak bisa bekerja. punya waktu bebas tetapi tidak punya uang, punya uang tetapi tidak punya waktu, punya uang dan punya waktu tetapi tidak sehat, APAKAH INI MASA DEPAN YANG ANDA INGINKAN?
JIKA JAWABAN ANDA "TIDAK" LAKUKAN LOMPATAN.....! BUAT PERUBAHAN......!
-LOMPATAN PERTAMA
MELOMPAT DARI PEGAWAI MEJADI PENGUSAHA
jika kebebasan adalah cita-cita anda, maka loncatan pertama yang harus dilakuakn adalah loncatan dari mental pegawai, pekrja atau buruh menjadi mental pengusaha atau pemilik usaha.
mental pekerja ---> mental pengusaha
mental bawahan ---> mental atasan
mental jongos ----> mental bos
kenapa harus menjadi pengusaha ?
PEGAWAI : waktu bukan milik anda = anda harus menyerahkan sebagian besar waktu anda
setiap hari kepada perusahaan.
penghasilan terbatas = jika ingin mendapat uang lebih. pekerja harus lembur.
sedangkan waktu tebatas hanya 24 jam sehari. energi juga
terbatas & butuh waktu istirahat.
nasib ditentukan orang lain = walaupun anda bekerja keras dan berprestasi baik.
akan tetapi jika perusahaan tutup, maka anda akan
kehilanagn pekerjaan juga.
sumber penghasilan hanya satu = sumber penghasilan hanya satu, yaitu gaji. jika
terjadi apa-apa pada perusahaan, satu-satunya
sumber penghasilan anda hilang
PENGUSAHA : waktu fleksibel = anda bisa mengatur waktu, sehingga bisnis tidak
mengganggu kepentingan diri dan keluarga.
penghasilan tak tebatas = pengusaha bisa menghasilkan uang tanpa batas
karena tidak lagi terikat waktu dan tenaga individual
menentukan nasib sendiri = anda menguasai seluk beluk resiko, kalaupun akan
gagal anda sudah antisipasi dan anda menanggung
resiko kesalahan sendiri
sumber penghasilan banyak = jika anda punya 100 pelanggan dalam usaha,
berarti anda punya 100 sumber penghasilan.
jika anda mau anda bisa buka usaha lain.
USAHA APA YANG BISA DILAKUKAN ?
ada 2 usaha yang biasanya di ambil orang ketika ingin membuka usaha, apakah ada yang cocok?
1. MENJADI PENGUSA DI BIDANG PERDAGANGAN, INDUSTRI ATAU JASA
misalnya : buka warung, restorant, toko, warnet/wartel, menghasilkan produk, membuka
penerbitan, penyewaan mobil, membuka percetakan, membangun bisnis, beli
lisensi franchise
2.MENJADI TENAGA PROFESIONAL / BEKERJA ATAS NAMA SENDIRI
misalnya : dokter, pengacara, fotographer, cameramen, penerjemah, konsultan, mengajar
kursus, mengajar privat, menjadi wartawan lepas
sayangnya : baik menjadi pengusaha maupun profesional keduanya membutuhkan waktu dan modal yang tidak sedikit, karena itu anda harus meninggalkan pekerjaan yang sekarang dan penghasilan yang ada. siap ambil resiko?
jalan keluarnya adalah menjadi pengusaha yang TIDAK BERESIKO, TIDAK MEMBUTUHKAN MODAL BESAR, & TIDAK MENGHILANGKAN PENGHASILAN YANG ADA.....
untuk keterangan lebih lanjut, bisnis seperti apa yang saya maksud, bisa menghubungi saya....trima kasih
SUKSES ADA DIDEPAN MATA ANDA
PINTU YANG SAMA HANYA AKAN MENGHASILKAN HASIL YANG SAMA
UNTUK MENDAPATKAN HASIL YANG BERBEDA, HARUS MENCOBA PINTU YANG LAIN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar